Cara Menghitung BEP Usaha Kecil
Bisnis

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil Dengan Mudah

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil – BEP atau Break Even Point adalah salah satu hal yang harus kita hitung dengan matang sebelum kita memulai bisnis. Apalagi jika kamu berbisnis menggunakan sistem investasi dari orang lain. Sebenarnya ini juga penting kamu hitung meski kamu memulai bisnis dengan modal dari kamu sendiri. Hal ini karena dengan mengetahui BEP kita bisa melihat kemampuan dan kelayakan dari usaha yang akan kita mulai. BEP sendiri tidak hanya kamu butuhkan dalam memulai bisnis yang besar. Saat kamu memulai bisnis yang kecilpun, kamu perlu menghitung BEP

BEP merupakan salah satu titik impas. Yap! Titik dimana kamu tidak untung dan tidak rugi. Sejak 2008 saya berbisnis, saya memahami tidak ada bisnis yang 100% terhindar dari kegagalan. Rencana yang kita buat dengan sesempurna mungkin tetap memungkinkan kita gagal dalam pelaksanaanya. Hal ini bisa terjadi karena berbagai seperti kekeliruan kita dalam memahami detail bisnis, kesalahan dalam implementasi, dan sebagainya

Oleh karena itu, BEP menjadi perlu kita hitung agar kita menetahui kapan kita tidak untung dan tidak rugi. Dimana titik kita tidak perlu nombok karena bisnis kita merugi. Meski pada dasarnya kita rugi waktu karena tidak mendapatkan untung sama sekali, setidaknya kita tidak rugi dari segi materi. Tidak sedikit pengusaha yang rugi waktu dan rugi materi. Nah, dengan menghitung BEP kita bisa melihat kapan kita berada pada titik impas

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil

Saya akan berikan contoh jika kamu berbisnis kaos. Kamu hendak memproduksi kaos. Dalam sekali produksi, kamu harus memproduksi sebanyak 1.000 kaos. Biaya yang harus kamu keluarkan adalah 20 juta rupiah untuk sekali produksi atau Rp20.000,- per kaos. Kamu juga harus menambahkan investasi sebesar 5 juta rupiah biaya – biaya operasional di awal memulai bisnis kamu. Sehingga total uang yang harus kamu keluarkan adalah 25 juta rupiah. Setelah itu kamu harus menghitung tiga hal yakni

1. Menghitung Harga Jual

Kamu harus menetapkan harga jual dari kaos kamu. Sebagai contoh kamu berencana menjual kaos kamu dengan harga Rp 70.000,-

2. Menghitung Fixed Cost

Fixed Cost adalah pengeluaran tetap yang timbul dari aktivitas bisnis kamu. Pengeluaran tetap ini tidak akan berubah bahkan saat kamu tidak bisa menjual satu pun produk kamu. Sesuai contoh kali ini, salah satu fixed cost kamu adalah biaya produksi kaos, promosi, dan operasional. Kita anggap saja beban promosi dan operasional kamu senilai 5 juta sehingga fixed cost kamu adalah senilai 20 juta + 5 juta yakni 25 juta

Sebenarnya, jenis – jenis fixed cost ini banyak seperti gaji karyawan, sewa toko, dan beberapa beban operasional juga bisa tergolong pengeluaran tetap. Namun karena pada contoh kali ini kamu memulai bisnis atau usaha kecil, jadi saya anggap fixed cost kamu hanya biaya produksi saja. Yang terpenting kamu paham apa itu fixed cost / pengeluaran tetap sehingga kamu bisa mengimplementasikannya di bisnis kamu nantinya

3. Menghitung Variable Cost

Berbeda dengan fixed cost, variable cost adalah beban yang berubah – ubah sesuai dengan pendapatan yang kamu hasilkan. Dalam kasus ini, kaos yang kamu berhasil jual memiliki variable cost Rp 20.000,- per unit. Dan jika kamu menggunakan jasa sales dimana mereka mendapatkan komisi Rp10.000,- setiap penjualan kaos. Jadi komisi ini juga masuk dalam kelompok variable cost

Namun sekali lagi, bergantung konsepnya, bukan labelnya. Beban sales ini bisa juga tergolong fixed cost jika kamu menggunakan sistem gaji bulanan atau harian. Jadi sekali lagi bergantung konsep dan implementasi kamu di lapangan

Dalam kasus ini, saya anggap variabel cost yang akan keluar hanya biaya produksi per kaos dan komisi sales yakni senilai Rp10.000,- per kaos. Jadi total variable cost adalah Rp 30.000,-

Rumus sederhana BEP untuk bisnis kaos kategori usaha kecil ini adalah total fixed cost dibagi dengan (harga jual dikurangi variable cost. Secara perhitungan adalah 25 juta dibagi (70.000 – 30.000) = 625 unit kaos

Jadi, titip impas atau BEP ini adalah ketika kamu berhasil menjual 625 unit kaos. Jika kamu menjual kurang dari 625 unit, kamu akan merugi. Sebaliknya, jika kamu menjual lebih dari 625 unit kaos, maka kamu akan mulai mendapatkan keuntungan

Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa yakin kamu bisa menjual sampai titik BEP tersebut yakni 625 unit kaos (dari 1,000 unit yang kamu produksi)?

Demikianlah sajian dari readism.io mengenai cara menghitung BEP usaha kecil. Semoga sajian ini bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *