Offside
Edukasi, Olahraga, Sepakbola

Offside : Sejarah, Peraturan, Dan Perkembangan

Offside – Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling populer di dunia. Dinamisasi yang terjadi di sepakbola membuat olahraga ini sedemikian rupa memiliki fans yang cukup banyak tersebar di seluruh dunia. Permainan sepakbola sendiri memiliki sejumlah aturan umum yang berlaku selama pertandingan berlangsung. Salah satu peraturan umum yang kerap kita dengar adalah aturan offside

Offside sendiri tidak termasuk pelanggaran dalam sepakbola. Namun, saat sebuah tim melanggar aturan offside, wasit akan menghentikan pertandingan dan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan. Aturan ini memang hanyalah salah satu aturan dalam sepakbola. Namun, offside sedikit banyak memberikan dampak pada perkembangan sepakbola secara keseluruhan. Salah satu perubahan yang sangat tampak adalah strategi permainan. Saat aturan offside pertama kali diperkenalkan dengan aturan tiga pemain belakang, strategi permainan relatif berbeda. Belum lagi dalam perkembangan peraturan. Berbagai penyesuaian strategi mengalami perubahan hingga kini. Hal ini karena aturan ini sangatlah berpengaruh pada strategi penyerangan dan mencetak gol

Baca Juga : Pengertian, Aturan, Dan Kontroversi Handsball

Dalam pembahasan kali ini, Readism.io akan membahas sedikit peraturan mengenai offside. Kami akan membahas mulai dari pengertian, sejarah, hingga perkembangan dari masa ke masa. Berikut pembahasan selengkapnya

Apa Itu Offside?

Dalam undang – undang FIFA, offside adalah kondisi dimana seorang pemain menerima umpan dari rekan satu tim namun berada pada posisi mendahului pemain terakhir dari lawan selain kiper

Aturan Offside

Pada gambar di atas, D berada pada posisi pemain terakhir yang paling dekat dengan kiper rekan satu timnya. Dan A berada pada posisi mendahului D pada saat rekan satu timnya, yakni P, mengirimkan umpan ke A. Oleh karena itu A berada pada posisi offside

Sejarah Offside

Sistem offside pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Cambridge pada tahun 1984. Kala itu, sistem yang berlaku bukanlah seperti sistem yang ada saat ini. Saat itu, seorang berada pada posisi offside jika pemain tersebut mendahului tiga pemain belakang. Jika hal tersebut ia harus membiarkan bola pada penguasaan mereka. Kamu bisa membayangkan betapa sulitnya menciptakan gol dengan aturan ini. Kemampuan pemain dalam menggiring bola menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting karena umpan terobosan pada masa ini sangatlah sulit diciptakan

Perkembangan Offside

Seiring waktu, peraturan semakin berubah. Aturan tiga pemain belakang mulai mengalami perubahan. Namun, aturan ini juga tidak serta merta seperti aturan saat ini. Pada tahun 1904, FIFA mengubah aturan dari tiga pemain belakang menjadi dua pemain belakang. Hal tersebut merupakan usulan dari Asosiasi Sepakbola Skotlandia. Peraturan tersebut baru disahkan 21 tahun setelah pengajuan perubahan yakni pada tahun 1925. Aturan dua pemain belakang menggantikan aturan tiga pemain belakang. Karena perubahan ini, strategi permainan mulai berubah yang biasanya mengandalkan 3 atau 4 bek, banyak tim yang berubah strategi mengandalkan dua bek saja dengan formasi 2-3-5.

Tidak sampai di situ saja, pada tahun 1990 tepatnya pada piala dunia di italia. Aturan dua pemain belakang berubah menjadi satu pemain belakang. Jadi seseorang berada pada posisi offside jika sesaat ketika menerima umpan hanya berhadapan dengan satu pemain belakang dan berlaku hingga saat ini. Tanpa terkecuali jika posisi terakhir bukanlah kiper. Seperti kasus yang terjadi pada Carlos Vela saat membela Meksiko ketika berhadapan dengan Afrika Selatan di Piala Dunia 2010 yang kami kutip dari vegasgoal.com. Saat itu, Vela berada di posisi offside karena saat menerima umpan Vela berada pada posisi menghadapi satu pemain belakang. Ketika menerima umpan, Vela berada mendahului Kiper Afrika Selatan. Saat itulah Vela berada di posisi offside karena Vela hanya berhadapan dengan satu pemain belakang saja. Berikut penjelesannya

Pada saat ini, aturan satu pemain ini sebenarnya terus berubah namun bukan perubahan yang mendasar. Aturan ‘Pemain Tidak Terlibat Dalam Permainan’ menjadi salah satu perubahan aturan. Namun, bagian ini sering mengalami perdebatan karena tidak terlibat dalam permainan ini sangatlah membutuhkan penilaian subjektif dari wasit

Demikianlah penjelasan kami mengenai apa itu offside, sejarah, dan perkembangannya. Di masa mendatang, peraturan ini mungkin akan berubah dan atau bertambah. Menurut kabar, ada beberapa usulan perubahan namun hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan bahkan peraturan telah berubah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *