Perbedaan Blog Dan Website
Blogging

8 Perbedaan Blog Dan Website

Perbedaan Blog Dan Website menjadi salah satu hal yang terkadang membingungkan bagi blogger pemula dan orang awam. Oleh karena itu, pada sajian kali ini, readism.io bakal mengulas topik mengenai apa saja perbedaan antara website dan blog

Saat ini terdapat jutaan website yang ada di dunia. Setiap hari muncul website – website baru dan tumbang pula website – website lama. Kalau kamu pernah memantau beberapa tools yang memberikan informasi mengenai expired domain / domain yang hendak mati namun tidak diperpanjang oleh pemilik lamanya, kamu akan melihat setiap hari ada jutaan domain yang mati dan tidak diperpanjang lagi oleh pemilik lamanya. Data tersebut menunjukkan betapa banyaknya website yang ada saat ini

Baca Juga : 4 Cara Mengetahui Backlink Website Kompetitor

Begitu juga dengan blog, banyak sekali blog yang ada di dunia saat ini. Tidak hanya di dunia, di indonesia saja jumlahnya juga sangat banyak. Namun sebenarnya apa sih perbedaan dari website dan blog? Berikut ini 8 perbedaan blog dan domain menurut readism.io

8 Perbedaan Blog Dan Website Yang Perlu Kamu Ketahui

1. Definisi

Blog merupakan website, namun website belum tentu merupakan blog

Blog merupakan salah satu jenis website. Namun tidak sebaliknya, sebuah website belum tentu merupakan blog. Ini merupakan perbedaan definisi secara singkat menurut saya. Ilustrasi sederhana adalah antara telor dan telor ceplok. Telor ceplok adalah telor, namun tidak semua telor adalah telor ceplok. Semoga kamu paham dengan pemakaian kalimat dari saya ya 🙂

Selain itu, ngomongin definisi, ada seorang pakar yang pernah menjelaskan apa itu website dan apa itu blog. Berikut ini penjelasannya menurut Merriam Webster tentang website

“A group of World Wide Web pages usually containing hyperlinks to each other and made available online by an individual, company, educational institution, government, or organization”

Menurutnya, website adalah kumpulan halaman yang mengandung link – link yang terhubung satu sama lain. Website dikelola oleh beberapa jenis pengelola seperti individu, perusahaan, institusi pendidikan, organisasi, pemerintah, dan sebagainya

Sedangkan masih menurut Merriam Webster, blog adalah sebuah website yang mengandung refleksi personal, komentar, hyperlinks, video yang disebarkan oleh penulisnya. Dia menggunakan kata blog is a website. Ini cukup menjelaskan definisi awal yang saya sampaikan

“A website that contains online personal reflections, comments, and often hyperlinks, videos, and photographs provided by the writer”

2. Konten

Berdasarkan konten, blog biasanya bersifat dinamis. Dengan kata lain, blog terdiri dari konten – konten berupa tulisan dan atau gambar yang diperbaharui secara berkala. Hal ini berbeda dengan website secara umum. Tidak semua website bersifat dinamis. Ada beberapa tipe website yang bersifat statis seperti website perusahaan, organisasi, landing page, toko online, dan beberapa tipe website statis lainnya

3. Fitur

Fitur yang terdapat di blog biasanya lebih sederhana jika kita bandingkan dengan website secara umum. Beberapa jenis website memiliki fitur yang lebih rumit seperti website jasa atau layanan khusus. Meski demikian, ada beberapa blog yang menambahkan fitur – fitur yang lengkap dan jarang kita temukan pada blog umum lainnya

4. Komunikasi

Meski tidak semua blog, namun biasanya blog memberikan fitur komentar untuk setiap tulisan yang terdapat di dalamnya. Dengan fitur tersebut, komunikasi yang terjadi biasanya bersifat dua arah. Pengunjung bisa memberikan komentar dan penulis atau pemilik blog bisa membalas komentar dari pengunjung

Hal ini berbeda dengan website, ada beberapa jenis website yang tidak menyediakan kolom komentar di setiap halaman yang mereka miliki. Hal ini terutama terjadi di website – website media besar atau perusahaan – perusahaan besar. Pengunjung hanya mendapatkan informasi dari pengelola website tanpa bisa berkomentar lebih. Komunikasi biasanya bersifat satu arah

Baca Juga : 4 Cara Mengetahui Jumlah Pengunjung Website Orang Lain

5. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang terdapat di blog biasanya lebih informal. Meski ada beberapa blog yang saya temukan menggunakan gaya bahasa yang formal. Sedangkan gaya bahasa di website lebih bervariasi mulai dari formal untuk jenis – jenis website seperti perusahaan, jasa, organisasi, dll. Ada juga website dengan bahasa yang persuasif seperti landing page, toko online, dan sebagainya

6. Update

Kalau kamu amati, tidak semua blog melakukan update berkala. Namun demikian, secara umum pemilik blog memberikan tulisan – tulisan baru secara berkala seperti setiap hari senin atau bahkan setiap hari selalu menerbitkan tulisan baru. Nah, beberapa jenis website tidak begitu. Bahkan ada beberapa jenis website yang tidak pernah melakukan update sama sekali sejak awal pembuatan

7. Pengelolaan

Pengelolaan atau manajemen blog biasanya dilakukan oleh satu atau sedikit orang. Sedangkan website lebih bervariasi. Ada jenis website yang dikelola oleh perusahaan, ada yang dikelola oleh organisasi, pemerintah, dan berbagai tipe pengelola lainnya

8. Kepemilikan

Sama halnya dengan pengelolalan, kepemilikan website lebih bervariasi jika kita bandingkan dengan kepemilikan blog yang biasanya bersifat personal

Baca Juga : 4 Perbedaan Domain Dan Hosting

Meskipun demikian, jika kamu hendak membuat sebuah website, mulailah dari visi atau tujuan kamu. Blog hanyalah salah satu jenis website yang memiliki tujuan dan arah tertentu. Bahkan kamu bisa juga membuat blog di website – website perusahaan. Dengan kata lain, yang paling penting adalah tujuan kamu dalam mengembangkan sebuah website

Jika kamu pikir tujuan itu lebih bisa kamu fasilitasi dengan bentuk blog, maka kamu bisa membuat website kamu berbentuk blog. Tapi jika kamu pikir website kamu akan kamu isi untuk informasi – informasi yang bersifat tetap dan terbatas, membuat website jenis lain mungkin adalah solusinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *