Strategi Pemasaran Produk
Bisnis

10 Strategi Pemasaran Produk Yang Jangan Anda Lewatkan

Strategi Pemasaran Produk – Sebagai pengusaha dari modal terbatas sejak tahun 2008, saya merasakan masa-masa dimana saya harus melakukan semua aktifitas atau kegiatan bisnis sendiri. Salah satunya adalah aktivitas pemasaran produk sendiri. Saya merasakan mulai dari mempelajari apa itu pemasaran, mencari ide pemasaran, menyusun rencana pemasaran, hingga turun ke lapangan untuk melakukan aktivitas pemasaran

Meski saat ini bagian pemasaran sudah dikerjakan oleh karyawan khusus, saya tidak segan untuk memberikan ide pemasaran produk jika suatu waktu saya menemukan ide tersebut. Entah menemukan saat dalam perjalanan, saat sedang berlibur dengan keluarga, saat melihat-lihat media sosial, dan saat-saat lainnya yang terkadang tak bisa di duga. Yap! Seperti itulah terkadang ide datang. Bisa kapan saja dalam kehidupan sehari-hari

Baca Juga : 10 Strategi Pemasaran Produk Makanan Khas Daerah

Kali ini, melalui readism.io, saya ingin berbagi beberapa strategi pemasaran produk yang bisa jangan sampai Anda lewatkan. Mulai dari hal-hal yang standard hingga hal-hal yang mungkin bisa cukup kreatif sekalipun

10 Strategi Pemasaran Produk Yang Jangan Anda Lewatkan

1. Membangun Produk Berkualitasmengapa pengujian produk dapat digunakan sebagai alat untuk menjajaki strategi pemasaran

Salah satu quotes yang saya ingat dari Jack Ma, founder Alibaba, adalah “Forget about your competitors, just focus on your customers”. Jack Ma memiliki prinsip untuk fokus pada konsumen kita. Kita harus fokus pada produk yang benar – benar membuat konsumen kita puas. Salah satu kepuasan yang tentu orang – orang inginkan adalah mereka mendapatkan produk terbaik dari apa yang mereka telah bayarkan. Karena dengan itu, kita tidak hanya akan mendapatkan satu konsumen, tapi puluhan, ratusan, atau ribuan konsumen. Repeat order mereka, rekemondasi mereka menjadi sangat mahal

Oleh karena itu, sebelum semuanya Anda lakukan, fokus lah pada produk Anda. Ciptakan produk terbaik yang bisa Anda ciptakan. Pikirkan agar banyak orang menyukai produk Anda dan mau membayar sesuai yang Anda inginkan

2. Gratis Untuk Pembelian Pertama

contoh strategi pemasaran produk

Jika Anda merasa produk Anda bisa bersaing dengan produk sejenis lainnya atau bahkan terbaik, maka Anda bisa mencoba memberikan produk Anda secara gratis. Namun, Anda perlu perhatikan kecocokan penggunaan strategi pemasaran ini

Biasanya strategi ini lebih cocok untuk produk atau jasa yang dibutuhkan berkala seperti periode bulanan, pekanan, atau untuk periode tertentu. Strategi ini juga cocok untuk produk yang bertipe langganan. Anda bisa lihat beberapa perusahaan besar yang memberikan gratis kepada pelanggan di awal (untuk 7 atau 30 hari biasanya) dan akan mulai mendapatkan income pada periode selanjutnya

Namun, dalam konteks yang lebih luas, strategi ini bisa Anda gunakan untuk tipe produk apa saja. Perhitungan dan pertimbangan yang matang harus Anda buat sebelum menggunakan strategi ini

3. Menggunakan Media Sosial

Baik, ini standard sekali. Anda harus buatkan media sosial untuk brand atau merek Anda. Anda bisa menggunakan berbagai platform media sosial yang sedang ramai saat ini seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan sebagainya. Selain itu, Anda juga tidak boleh lengah melihat perkembangan media sosial, karena perkembangan media sosial relatif sangat cepat

Setelah membuat media sosial, Anda harus mulai memikirkan bagaimana bisa menjangkau lebih banyak orang di media sosial. Jika Anda memiliki dana yang cukup, Anda bisa menggunakan iklan resmi yang ada di setiap media sosial terkait. Atau Anda bisa menggunakan jasa promosi dari akun-akun yang sudah memiliki teman, followers, atau subscriber yang banyak. Dengan itu, jangkauan media sosial Anda akan lebih banyak menjangkau calon konsumen yang kemudian mereka akan mulai mengenal produk Anda.

4. Bundling Product

bundling produk baru

Bundling Produk atau penggabungan produk merupakan salah satu strategi dalam memasarkan produk. Penggabungan Produk ini tidak hanya bisa kamu gunakan dengan antar produk sendiri, tapi juga bisa dengan produk lainnya yang kira-kira cocok untuk menjadikan tawaran Anda ke pelanggan lebih maksimal.

Sebagai contoh, usaha Anda di bidang makanan dan minuman. Anda ingin mengingkatkan penjualan di kategori minuman. Anda memiliki produk makanan yang telah disukai banyak orang. Karena itu, Anda membuatkan paket khusus produk makanan populer tersebut dengan minuman namun dengan kalkulasi harga lebih murah jika konsumen membeli satuan. Dengan target pembelian per konsumen menjadi lebih tinggi sehingga keuntungan Anda bisa lebih tinggi pula. Ini salah satu contoh bundling product yang sederhana

Saya ambilkan contoh kembali, Anda berbisnis di usaha pakaian anak, Anda melihat pada satu moment tertentu ada brand terkenal tentang anak yang sedang populer. Anda bisa memberikan penawaran berupa pake yang isinya produk brand terkenal tersebut dengan produk Anda. Dan tentunya, secara nominal, konsumen worth it untuk membeli paket Anda

5. Diskon atau Potongan Harga

Meski ini sesuatu yang sangat umum, pemburu diskon di Indonesia ataupun di dunia masih sangat banyak. Tidak sedikit orang-orang merasakan penting untuk mendapat potongan harga tertentu meski hanya beberapa puluh ribu atau bahkan beberapa ribu saja. Ini mungkin sama hal nya dengan orang-orang yang sangat risih dengan biaya admin bank saat transfer antar bank terjadi 🙂

Oleh karenanya, Diskon atau Potongan Harga tetap banyak diterapkan oleh perusahaan atau brand-brand besar. Di momentum-momentum tertentu, Anda bisa memanfaatkannya. Beberapa moment yang sering mereka maksimalkan adalah awal atau akhir bulan, menjelang idul fitri, menjelang natal dan tahun baru, dan berbagai momen penting lainnya

6. Insentif Untuk Pemberi Rekomendasi (Afiliasi)

Strategi Pemasaran Produk bertipe insentif untuk rekomendasi menjadi salah satu strategi yang sering perusahaan atau brand besar gunakan. Anda masih ingat di awal-awal brand semacam gojek atau grab memberikan insentif bagi member yang mendapatkan member baru?

Atau semacam restoran yang memberikan insentif kepada pelanggan yang membawa pelanggannya? Nah ini bisa Anda terapkan di bisnis Anda pula. Anda bisa menggunakan skema keagenan atau lebih familiar disebut afiliasi

Baca Juga : 10 Strategi Pemasaran Produk Makanan Ringan

7. Tempat Strategis

Strategi ini sebenarnya lebih maksimal sebelum Anda menciptakan brand atau bisnis. Pemilihan lokasi yang strategis tentu lebih mudah menjangkau dan dijangkau oleh pelanggan

Namun, Jika Anda sudah terlanjur berada di lokasi yang kurang strategis, Anda bisa melakukan tempat yang strategis tersebut hanya untuk sekedar aktivitas promosi

Sebagai contoh, Anda menggunakan stand sementara di mal atau di tempat yang banyak orang lalui. Stand tersebut untuk memperkenalkan produk Anda atau bahkan bisa juga untuk melakukan aktivitas penjualan. Anda bisa juga memanfaatkan event-event tertentu yang kemungkinan besar akan ramai pengunjung

8. Iklan di Mesin Pencari

Saat ini, google menjadi salah satu dari website yang paling sering dikunjungi orang. Baik itu orang-orang yang ada di Indonesia, maupun orang-orang yang ada di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena banyak hal yang perlu orang cari dan ketahui di internet. Anda bayangkan, website apa yang Anda buka saat membutuhkan jawaban atas sesuatu? Mungkin google berada pada urutan opsi website teratas. Nah, Anda bisa mencoba untuk melakukan iklan di Google

Saya ambil contoh Anda berjualan pakaian dalam pria. Anda bisa menggunakan kata kunci “Pakaian Formal Pria” atau “Pakaian Formal Pria Indonesia” sehingga saat orang mencari kedua kata kunci itu iklan Anda akan tampil. Ini sangat tertarget sekali namun tidak semua orang tahu dan paham cara melakukannya

9. Marketplace

dalam strategi pemasaran produk kerajinan ada istilah konsinyasi yang mempunyai arti

Selain mesin pencari dan media sosial, Marketplace juga menjadi salah satu strategi pemasaran produk yang efektif saat ini. Marketplace seperti mal namun bersifat online dan gratis. Kalau di mal Anda harus sewa area dengan harga yang mahal, kalau di marketplace Anda bisa membuka toko secara gratis.

Saat ini di Indonesia tersedia cukup banyak marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan berbagai marketplace lainnya

Marketplace-marketplace ini secara berkelanjutan terus berupaya membuat kunjungan website mereka lebih banyak. Dan saat kunjungan menjadi banyak, saat itulah toko Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penjualan

10. Website

Jika sebelumnya kita berbicara mengenai media sosial, mesin pencari, dan marketplace, ada juga website yang bisa kita gunakan sebagai strategi pemasaran produk online

Namun berbeda dengan media sosial dan marketplace dimana Anda bisa membuka toko secara gratis, untuk menjalankan strategi pemasaran produk berupa website ini, Anda harus mengeluarkan biaya di awal. Setidaknya biaya pembuatan website, domain, dan hosting

Selain itu Anda harus mempromosikan website Anda agar mulai banyak kunjungan. Namun kelebihannya, brand atau produk Anda akan lebih kredibel di mata calon pelanggan karena website resmi milik pribadi. Terlebih jika tampilan website Anda bagus dan menarik

Demikianlah sajian kami kali ini mengenai 10 Strategi Pemasaran Produk yang jangan sampai Anda lewatkan. Semoga sajian ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *