Tabel Berat Badan Ideal
Gaya Hidup

Tabel Berat Badan Ideal Menurut Kemenkes RI Dan WHO

Tabel Berat Badan Ideal – Beberapa waktu lalu, saya bersama anak dan istri, mengunjungi dokter anak di korea. Dokter anak ini memang merupakan dokter anak langganan favorit kami karena minimal dua alasan. Pertama, memiliki kemampuan yang cukup dalam bahasa inggris. Karena tidak semua dokter di korea memiliki kemampuan ini. Saya dan istri masih punya keterbatasan dalam memahami percakapan bahasa korea sehingga mencari dokter yang bisa menggunakan bahasa inggris adalah salah satu opsi terbaik yang kami miliki

 

Selain alasan pertama, alasan kedua sangat klasik. Karena nyaman berkomunikasi. Saya dan istri cukup nyaman dengan cara komunikasi dokter ini. Mungkin ini juga dialami oleh sebagian orang di Indonesia atau bahkan di dunia. Penyampaian yang pas dari dokter terkadang membuat kita memutuskan lebih nyaman berbincang dengan dokter yang satu atau dokter yang lainnya

 

Baiklah, masuk ke bagian inti dari cerita kali ini. Salah satu yang diperiksa oleh dokter dan menjadi sorotan kami adalah berat badan anak pertama kami. Menurut standar korea, berat badan ini masih tergolong kurang. Mungkin tidak terlalu signifikan namun ke depan harus menjadi perhatian. Karena itu, saya coba mencari beberapa referensi mengenai tabel berat badan ideal anak

 

Tabel Berat Badan Ideal

 

Berat badan anak atau bahkan bayi memang perlu kita perhatikan sebagai orang tua. Hal ini karena anak atau bayi kita, belum bisa melakukan kontrol terhadap diri mereka masing – masing. Terlebih saat usia masih masuk kategori bayi. Dengan memantau berat badan anak kita, kita bisa melakukan kontrol lebih apa asupan yang kita berikan sudah tepat, kurang, atau berlebihan

 

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai Tabel Berat Badan Ideal anak menurut dua parameter yakni Kemenkes RI dan WHO yang menjadi parameter di dunia

 

Tabel Berat Ideal Menurut Kemenkes RI

 

Pada dasarnya, setiap negara memiliki karakter tinggi dan berat badan ideal yang berbeda – beda. Ketika kami di Inggris, kami mendapatkan postur tubuh orang Inggris yang jauh lebih besar dibanding orang indonesia pada umumnya. Mereka memiliki ukuran berat badan ideal masing – masing

 

Sebagai orang Indonesia, kita tentu berpegang pada parameter yang telah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentukan. Hal ini karena Kemenkes adalah lembaga tertinggi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Berikut ini tabel berat badan ideal menurut Kemenkes RI

 

Tabel Berat Badan Ideal Pria

 

Tabel Berat Badan Ideal Wanita

 

Tabel Berat Badan Ideal Menurut WHO

 

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia juga menetapkan beberapa standard mengenai berat badan dan tinggi badan yang ideal. Kamu bisa mengakses langsung website resmi WHO atau bisa klik langsung menuju daftar tabel yang WHO berikan DI SINI

 

Bagaimana mengatasi Berat Badan agar ideal?

 

Jika kamu memiliki berat badan yang kurang ideal, mungkin terdapat sekian banyak cara atau tips mengatasi berat badan agar bisa ideal. Salah satu yang kami dapatkan dari dokter ini adalah perhatikan kualitas dan kuantitas makanan. Kualitas makanan artinya komposisi asupan makanan yang masuk dalam tubuh haruslah bagus. Ini sedikit mengingatkan kami untuk memperbaiki komposisi makanan seperti lauk, sayur, buah, dan berbagai asupan lainnya. Karena jika kami bandingkan, orang korea memang lebih sedikit porsi untuk karbohidrat dalam hal ini nasi namun banyak dalam porsi lauk seperti ikan, ayam, daging, dsb. Dalam hati saya pikir memang betul tidak sedikit masyarakat Indonesia kalau makan nasinya banyak tapi lauknya sedikit

 

Selain soal kualitas, dokter juga mengingatkan kami terkait kuantitas asupan. Solusi alami memperbanyak jumlah makanan yang masuk memang benar adanya. Semakin banyak kita makan, maka akan semakin banyak asupan yang masuk dalam tubuh kita. Mungkin dua saran itu pula yang bisa menjadi pertimbangan para pembaca dalam memperbaiki berat badan yang kurang ideal

 

Demikianlan sajian kami mengenai Tabel Berat Badan Ideal menurut Kemenkes dan WHO ini. Semoga sajian ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *