Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan
Bisnis

10 Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan

Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan – Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang sangat masyarakat gemari. Tidak sedikit masyarakat yang melihat bisnis kuliner sebagai salah satu bisnis yang sangat menguntungkan. Namun, melihat potensi sebuah bisnis tidak cukup dengan mata kepala saja. Kamu harus melihat bagian keuangan sebuah bisnis untuk melihat bisnis tersebut potensial atau tidak

Saya pernah memiliki cabang bisnis kuliner berbentuk cafe, berada di salah satu kawasan utama kota bandung, tempatnya ramai dengan pengunjung, omset bisa tembus hingga 400 juta per bulan. Orang mengira jika cabang ini adalah cabang yang paling menguntungkan. Namun nyatanya, cabang ini tidak lebih menguntungkan jika saya bandingkan dengan cabang yang lebih kecil, dengan jumlah pengunjung yang lebih sedikit, dan dengan kapasitas yang lebih sedikit

Lalu mereka bertanya, kenapa bisa begitu? Karena keuntungan bisnis tidak bisa kamu lihat dengan banyaknya jumlah tamu, tapi dengan performa keuangan. Cabang yang ramai pengunjung tersebut terdapat di salah satu kawasan utama kota Bandung, biaya sewa hingga 10 kali lipat jika dibandingkan dengan cabang lainnya. Kapasitas yang lebih besar membuat jumlah karyawan yang lebih banyak. Budget untuk membayar karyawan juga menjadi lebih besar, dan berbagai alasan lainnya

10 Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan Agar Cepat Berkembang

Nah begitu juga dengan usaha kuliner di pinggir jalan. Tidak semua usaha kuliner yang berada di pinggir jalan bisa menguntungkan. Meski pada dasarnya, kesuksesan itu bisa kamu pelajari. Saya kenal dengan beberapa pedagang pinggir jalan yang dagangannya laris manis. Sempat kami berbincang – bincang karena saya juga sedikit paham tentang bisnis kuliner. Dari berbagai cerita yang mereka bagikan kepada saya yang kemudian saya kombinasikan dengan pengalaman saya dalam berbisnis kuliner, saya ingin menuliskan melalui readism.io tentang Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan. Simak berikut tipsnya

1. Fokus Pada Kualitas Makanan

Setiap bisnis membutuhkan Value atau Nilai. Value ini seperti sebuah keunggulan yang menjadi alasan seseorang memilih bisnis tersebut bukan bisnis yang lain. Makanan adalah salah satu value terbaik yang harus kamu ciptakan jika kamu memilih membuka atau menjalankan usaha kuliner

Tidak ada orang yang mencari kursi yang nyaman ataupun suasana yang romantis di kuliner pinggir jalan. Menurut saya, mayoritas mereka, termasuk saya mencari makanan yang berkualitas. Kualitas dalam hal ini saya anggap lebih ke rasa. Rasa yang enak dari makanan kuliner di pinggir jalan menjadi magnet tersendiri bagi konsumen kamu
Oleh karena itu, melakukan riset untuk menghasilkan makanan yang terbaik yang bisa kamu berikan ke konsumen kamu adalah penting. Kamu bisa meminta orang – orang yang kamu kenal untuk mereview masakan kamu. Jika ada masukan, kamu bisa perbaiki. Bahkan, di saat awal kamu menjalankan usaha kuliner tersebut, kamu bisa meminta konsumen – konsumen kamu untuk memberikan penilaian. Penilaian dari sudut pandang konsumen jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan penilaian diri kamu atau orang terdekat kamu

Selain itu, kamu juga perlu berinovasi terhadap menu kamu. Hal ini penting untuk mengantisipasi bosannya konsumen terhadap menu lama. Proses validasi inovasi menu juga bisa kamu lakukan seperti yang saya sampaikan di atas

2. Pilihlah Lokasi Yang Tepat

Beberapa pakar menyebutkan jika pemilihan lokasi merupakan faktor penting bagi usaha kuliner. Namun beberapa yang lain mengatakan tidak begitu penting. Kalau saya cenderung berada di pertengahan. Pengaruh lokasi yang ramai terhadap bisnis kamu akan tinggi jika bisnis kamu merupakan bisnis yang baru. Sebaliknya, jika bisnis kamu sudah dikenal oleh orang banyak, pengaruh lokasi semakin kecil

Jika kamu mampu mendapatkan lokasi yang ramai dengan harga yang sesuai anggaran kamu, maka itu lebih baik bagi kamu. Namun jika tidak, kamu harus memberikan alokasi lebih pada budget marketing. Selain soal ramai, kamu juga harus memilih lokasi yang aman. Tidak sedikit lokasi yang ramai namun kurang aman

3. Tentukan Harga Yang Pas

Harga menjadi salah satu hal yang harus kamu perhatikan. Kamu harus tepat memberikan harga terhadap produk yang kamu jual. Sebagian segmentasi pasar kuliner pinggir jalan relatif sensitif dengan harga. Bahkan jika itu hanya memiliki selisih Rp1.000,- (seribu rupiah) saja. Kamu bisa melihat kompetitor sekitar usaha kamu dalam menentukan batas harga. Jika kamu pikir harga terlalu murah sehingga tidak cukup menguntungkan bagi kamu, kamu bisa mencoba mencari supplier bahan baku lain yang memiliki harga lebih murah namun kualitas yang bersaing

4. Manajemen Karyawan Dengan Baik

Salah satu tantangan di dunia bisnis kuliner terutama kuliner pinggir jalan adalah dinamisasi karyawan yang relatif tinggi. Karyawan yang merasa memiliki keterampilan bisa dengan mudah mencari kesempatan kerja di usaha kuliner lainnya karena menjamurnya usaha kuliner. Oleh karena itu, kamu harus benar – benar membangun sistem yang bagus untuk karyawan kamu. Kamu harus mencoba menjaga komitmen dan loyalitas mereka karena melakukan pelatihan ke karyawan baru tidaklah semudah membalik telapak tangan

Kamu harus membangun sistem yang membuat karyawan nyaman saat bekerja, memiliki target namun tidak tertekan, dan mendapatkan upah yang standard untuk profesi mereka

5. Tentukan Jam Operasional Yang Efektif

Menentukan jam operasional yang efektif adalah salah satu kunci keberhasilan bagi bisnis kuliner. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap efisensi pengeluaran usaha kamu. Jika kamu pikir tidak cukup worth it beroperasi pada siang hari, maka kamu cukup beroperasi mulai sore hingga malam hari

Ingat, lamanya jam operasional tidak menentukan secara langsung keuntungan sebuah bisnis. Banyak usaha kuliner pinggir jalan yang saya temui hanya beroperasi 4 jam sehari namun bisa meraup keuntungan berkali lipat dibandingkan usaha kuliner pinggir jalan yang buka dari pagi hingga malam hari

6. Buatlah Tampilan Yang Menarik

Tampilan yang menarik baik dari segi interior maupun eksterior akan menjadi nilai plus bagi bisnis kamu. Salah satu kuliner pinggir jalan favorit saya di bandung misalnya. Meski usaha tersebut sudah lama dan memiliki banyak konsumen, owner senantiasa memperbaharui tampilan. Sang owner pernah berkata kepada saya, “Biar fresh kang”

Mungkin bukan faktor utama, namun tampilan menarik dari usaha kita membuat konsumen mudah untuk mengingat usaha kita karena jika kamu amati, tampilan kuliner pinggir jalan relatif sama. Dengan perbedaan yang sebenarnya sederhana tapi bisa memiliki efek yang fantastis

7. Jaga Kebersihan Dan Sanitasi

Tidak jarang kita menemukan sebuah kuliner pinggir jalan yang tampak kotor dan memiliki sanitasi yang buruk. Kamu harus memastikan sistem kebersihan dan sanitasi kamu berjalan dengan baik. Hal ini karena sebagian segmentasi pasar juga memperhatikan hal – hal tersebut. Bagi beberapa orang, makanan yang enak akan hilang kenikmatannya jika disantap di tempat yang jorok

8. Lakukan Promosi Secara Berkala

Promosi secara berkala menjadi kunci keberlangsungan sebuah usaha kuliner secara jangka panjang. Promosi berkala bisa kamu lakukan untuk mendatangkan konsumen – konsumen baru. Hal ini mengantisipasi bosannya konsumen lama dan juga menjadi pengingat bagi konsumen yang pernah berkunjung namun belum pernah kembali lagi

9. Buatlah Evaluasi Rutin

Evaluasi atau pembuatan laporan secara rutin adalah hal yang penting dalam bisnis. Tidak hanya usaha kuliner pinggir jalan saja, namun untuk semua bisnis secara umum. Kamu bisa mencoba membuat laporan evaluasi setiap bulan. Dengan itu kamu bisa mengetahui hal – hal yang kurang dalam usaha kamu dan hal – hal apa saja yang perlu kamu perbaiki ataupun kembangkan

10. Rencanakan Pengembangan Yang Berkelanjutan

Secara umum, melakukan pengembangan memang jauh lebih sulit jika kamu bandingkan dengan fokus pada bisnis yang ada. Selain sulit, pengembangan memberikan risiko karena tidak setiap pengembangan bisa kamu pastikan akan berhasil. Menurut saya, hal itulah yang membuat pengusaha konvensional generasi lama enggan melakukan pengembangan. Mereka hanya fokus pada bisnis yang sudah ada tanpa memiliki rencana untuk melakukan pengembangan

Namun, menurut saya, pengembangan tetap harus seseorang lakukan agar bertumbuh. Soal risiko inilah tantangan seorang pengusaha

Demikianlah sajian kali ini mengenai tips usaha kuliner pinggir jalan yang bisa saya sampaikan. Semoga sajian ini bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *