Warung Kecil Depan Rumah
Bisnis

10 Langkah Sukses Usaha Warung Kecil Depan Rumah

Warung Kecil Depan Rumah – Almarhum Kakek Dan Nenek saya sejak lama mengembangkan usaha ini. Kakek merupakan salah satu pensiunan bumn sedangkan nenek yang memang sehari – hari berada di rumah yang lebih sering melayani pembeli. Sejak saya kecil, usaha ini terus berjalan. Hingga akhirnya, ketika kakek dan nenek saya sudah meninggal, usaha warung ini terpaksa ditutup karena saudara yang menjalankannya tidak sebaik saat kakek dan nenek saya menjalankannya

“Usaha sekecil apapun itu tetap harus kamu laksanakan dengan sungguh – sungguh”

Dari kejadian ini pun salah satu yang saya pelajari adalah usaha sekecil apapun itu tetap harus kamu laksanakan dengan sungguh – sungguh. Tanpa kesungguhan, baik usaha yang besar maupun usaha yang kecil tak akan mampu untuk bertahan

Warung kecil depan rumah kakek dan nenek saya ini masih sangat berbekas di kepala saya. Sejak kecil hingga saya kuliah, warung ini konsisten beroperasi setiap hari. Bahkan saat tutup hari raya misalnya dan warung tutup, nenek tetap melayani orang yang datang dan memiliki kepentingan mendesak untuk berbelanja. Ini salah satu kunci warung kecil depan rumah kakek dan nenek saya bisa bertahan belasan tahun

Saya coba untuk mengingat kembali, mulai dari pengalaman saya membantu kakek dan nenek berjualan di warung kecil ini, hingga nasehat – nasehat kakek yang kerap saya dengar tentang usaha kecil ini. Ingatan ini saya coba tuliskan di blog ini supaya tak terkikis oleh waktu. Baik saya maupun pembaca juga bisa mendapatkan inspirasi terutama yang saat ini sedang atau akan mengembangkan usaha warung kecil ini

10 Tips Mengembangkan Warung Kecil Depan Rumah

1. Margin Kecil, Kuantitas Banyak

Mungkin saat itu kakek tidak menggunakan istilah margin. Tapi secara konsep hampir mirip. Kakek dan Nenek saya tak pernah berlebihan menetapkan harga. Mereka punya prinsip tidak masalah untuk kecil tapi orang datang dan berbelanja kembali

Apalagi di tengah persaingan saat ini, menetapkan margin yang tinggi per produk untuk barang ritel tentu akan berbahaya. Kamu bisa kalah saing dengan kompetitor kamu terutama brand ternama jika ada di daerah kamu

2. Cari Distributor Yang Terbaik

Beberapa kali saya pernah menemani kakek dan nenek berbelanja barang dagangan. Saat itu, kami sampai masuk ke toko – toko pasar yang lokasinya tidaklah strategis. Saat itu saya tidak tau kenapa harus memilih toko di antara sekian banyak toko di pasar itu. Meski tak sepenuhnya yakin, tapi sepertinya ini karena kualitas dan harga

Saat saya berbisnis rumah makan, saya tau betapa pentingnya memilih supplier yang tepat. Mulai dari pertimbangan harga maupun kualitas. Untuk produk yang bermerek tentu kita tak perlu mempertimbangkan kualitas. Namun pertimbangan kualitas ini penting untuk produk yang tidak bermerek seperti gula kiloan, garam kiloan, telur, dsb

Saya pikir semua usaha yang membutuhkan supplier juga seperti itu. Tanpa terkecuali usaha sembako. Kamu harus mencari distributor atau supplier atau pemasok yang terbaik. Minimal ada tiga kategori terbaik menurut saya

  1. Harga
  2. Kualitas
  3. Konsistensi

Ketiga hal itu menjadi penting untuk kamu perhatikan. Pertanyaannya? Mana yang lebih penting? Nah insting akan bermain pada pemilihan ini. Terkadang ada produk yang lebih memperhatikan kualitas, ada yang lebih penting memperhatikan harga, dan ada juga yang lebih memperhatikan konsistensi penyediaan. Meski bisa diukur, tapi di lapangan, pengalaman dan insting kamu akan lebih dominan dalam memutuskan

3. Pilih Produk Yang Market Butuhkan

Setiap segmentasi memiliki kebutuhan masing – masing. Kamu perlu menganalisa apa saja sembako atau produk yang pembeli kamu butuhkan. Saya bahkan sering mendengar pembeli meminta kakek menyediakan produk tertentu dan dalam pembelanjaan stok selanjutnya, kakek pun menyediakan

Jadi, jangan terpaku pada hal – hal umum. Coba gali apa saja yang sebenarnya pembeli kamu butuhkan. Lakukan riset berkala. Bahkan jika perlu, tanyakan ke tetangga – tetangga kamu apa saja yang mereka butuhkan sehari – hari

Ada juga produk musiman seperti layang – layang atau alat memancing. Berbagai produk benar – benar berasal dari trend dan permintaan yang muncul di masyarakat sekitar rumah kakek dan nenek

4. Buat Sistem Operasional Yang Aman

Kamu harus membuat sistem operasional yang aman untuk warung kamu. Saya ingat, dagangan kakek dan nenek saya tak pernah dipajang pada bagian depan warung. Terdapat bilik – bilik kayu bagian depan warung sehingga orang tak bisa asal ambil barang. Hal ini karena kakek dan nenek tak bisa stand by di warung setiap saat. Jika ada pembeli, biasanya pembeli berteriak atau menggunakan alat peringatan panggilan pembeli (semacam bel) yang sudah kakek sediakan

Kalau kamu perhatikan, beberapa warung sembako memajang dagangannya tepat di depan warung. Namun, bagi kamu yang tak bisa sepenuhnya menjaga warung setiap saat, cara ini tentu memiliki resiko tersendiri

Nah, buatlah sistem operasional yang aman untuk usaha warung kecil depan rumah kamu. Karena tentu kamu berharap usaha ini bisa menguntungkan bukan malah bikin kamu buntung

5. Desain Warung Menarik

Selain menyiapkan warung dari segi keamanan, kamu juga perlu menyiapkan warung dari segi desain. Baik itu desain interior yang memudahkan dalam memilih produk maupun desain eksterior warung kamu. Tampilan desain depan atau model warung kamu hendaknya unik dan menarik

Dulu, kakek dan nenek saya menyediakan kursi di depan warung. Pemikirannya sederhana saat itu, barangkali ada pembeli yang mau duduk – duduk sambil minum atau nge-rokok. Dan nyatanya, kalau kamu perhatikan beberapa brand minimarket ternama di indonesia pun menyediakan kursi dan meja di depan outlet mereka

6. Rencanakan Strategi Marketing

Dulu, warung kakek dan nenek saya belum memikirkan hal ini. Namun, di tengah persaingan yang ketat, kamu perlu untuk melakukan promo – promo kepada konsumen kamu. Hal ini agar pembeli kamu memilih warung kamu sebagai tempat untuk belanja sehingga perputaran dagangan kamu lebih cepat dari biasanya

7. Rancang Sistem Pelayanan

Kamu juga perlu merancang sistem pelayanan yang pas untuk usaha warung kecil kamu ini. Kamu perlu menyesuaikan kondisi kamu apakah kamu bisa stand by di warung atau tidak. Bukan hanya soal pelayanan yang ramah, namun jangan sampai pembeli kamu batal bertransaksi karena mereka bingung bagaimana bertransaksi dengan kamu ketika mereka mengunjungi warung kamu

8. Pencatatan Keuangan Yang Rapih

Kamu perlu mencatat pendapatan setiap harinya dan konsisten melakukannya. Jika kamu menggunakan sistem komputerirasi tentu hal ini bukanlah perkara yang sulit. Namun, jika pencatatan yang kamu lakukan masih menggunakan sistem konvensional atau manual, maka ini mungkin harus kamu disiplinkan

9. Komitmen Pada Aturan

Salah satu yang menjadi alasan kenapa akhirnya warung almarhum kakek dan nenek saya ditutup adalah karena pengelola mengkonsumsi barang dagangan untuk kepentingan sendiri. Hal ini mengakibatkan pencatatan stok dan keuangan tidak seimbang. Saya pikir, bagi usaha rumahan, ini jadi salah satu tantangan yang perlu kamu tegaskan

Usaha warung ini harus kamu peruntukkan untuk bisnis. Sehingga jangan sekali – kali menggunakan dagangan kamu untuk kepentingan pribadi. Jika kamu butuh, maka biasanya membeli sendiri meski terasa aneh namun ini demi merapihkan usaha kamu. Sebagai contoh kamu butuh gula, maka taro uang di laci jualan kamu seharga gula yang akan kamu ambil

Saat saya makan di restoran saya sendiri, saya juga tetap membayar sendiri. Saya latih karyawan saya untuk mengingatkan tagihan saya jika saya lupa. Hal ini saya lakukan dengan disiplin sepanjang waktu

10. Lakukan Evaluasi Berkala

Meski usaha warung kecil depan rumah ini tergolong usaha mikro atau kecil – kecilan, namun usaha ini tetap perlu kamu evaluasi. Tanpa evaluasi berkala, usaha kamu bisa jalan ditempat dan tidak berkembang

Demikianlah sajian mengenai tips dan langkah sukses mengembangkan usaha warung kecil depan rumah. Semoga sajian ini bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *